Pengalaman Claim Garansi Iphone di Singapura

Iphone5
Selamat Pagi!

Kali ini saya ingin sharing sedikit mengenai pengalaman Saya mengklaim garansi Iphone di Singapura.
Mudah-mudahan sharing ini bermanfaat bagi temen-temen pembaca yang memerlukan info ini.
OK langsung saja,
Beberapa waktu lalu saya pernah membeli sebuah gadget-handphone di singapura untuk istri saya,
Sebenarnya sih hati saya sedikit merasa enggan untuk membeli nih gadget di Singapura, dalam hati ada kekuatiran apabila suatu saat barangnya rusak, proses klaim garansinya akan sulit.
Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk membeli di Singapura, Saya pun melakukan sedikit survey mengenai harga gadget ini di kota saya.

Dari beberapa toko yang saya datangi di kota saya, harganya masih berada di atas harga situs resminya (online store), sehingga saya tunda pembelian dengan maksud agar bisa memperoleh dengan harga yang sedikit di tekan di kemudian hari.Tetapi beberapa hari saya memonitor, harganya belum juga turun. Ya iyalah namanya juga gadget keluaran baru...he...he...
Dengan hasil tersebut, Saya putuskan untuk mencari di Singapura.
Sampailah suatu hari saya ada kesempatan untuk ke Singapura dan saya sempatkan untuk mencari nih gadget.
Setelah tawar menawar di beberapa toko dan juga toko resminya, akhirnya saya bisa mendaptkan nih gadget dengan harga selisih sekitar 700rb dari harga di toko-toko di kota saya. So langsung saya bungkus deh satu unit nih gadget untuk di bawa pulang. Oh ya saya mendapatkan nya di toko electronic yang berada di harbour front ferry terminal.
Sehari pakai kondisinya masih OK, setelah dua hari juga kondisinya juga masih bagus, tetapi pada hari ketiga eh tenyata nih gadget mulai berulah, dia mengeluarkan garis pada layarnya yang mengakibatkan tulisan di layar mejadi sulit di baca.
Melihat kondisi demikian, kecewa juga sama kualitas brand ini, katanya brand terkenal, selalu memiliki kualitas bagus, tapi aktualnya? dan banyak lagi kekecewaan yang timbul dalam diri saya tetapi gak sempat saya posting di FB seperti kebanyakan orang-orang alay saat ini...ha...ha...
Dikarenakan dari tokonya mendapatkan penjelasan bahwa barang ini ada garansi selama satu tahun, maka tanpa panjang lebar saya memutuskan untuk kembali ke Singapura guna menuntut klaim garansi tersebut.
Namun apa daya, sampai di toko nya, penjual nya bilang bahwa klaim tidak bisa di lakukan di toko tersebut, harus ke suatu tempat yang beralamat di Tai Seng. Saya mulai tengsin dan dalam hati saya mulai merasa kekuatiran saya sebelumnya akan menjadi kenyataan.
Tetapi walaupun demikian, saya putuskan juga untuk mendatangi tempat tersebut. Dengan naik MRT akhirnya saya sampai di Tai Seng. Tetapi sempat galau juga sewaktu saya salah pilih jalur MRT, dimana yang seharusnya ke Tai Seng bisa di capai dengan naik jalur yang melewati 5 stasiun eh saya malah menggunakan jalur yang mutar melewati 24 stasiun...karena hal ini saya kehilangan waktu sekitar 1 jam...nasib...nasib...::).
Sampai di Stasiun MRT Tai Seng, saya langsung muter-muter mencari tempat tersebut. Akhirnya ketemu dan sedikit kaget juga karena yang ada di pikiran saya tempatnya berada di kawasan perbelanjaan yang megah dan bagus, tetapi ternyata saya salah, tempat tersebut berada di sebuah gedung yang kondisi gedungnya sudah tidak terlalu bagus, malah saya melihat banyak orang turun naik tangga seperti kondisi yang saya lihat di flat hunian pada umumnya.
Kemudian saya masuk, mengambil nomor antrian, menuggu dan sampai giliran saya.
Dengan semangat dan berharap saya mendapatkan replacement, saya ceritakan kronologis kenapa gadget tersebut sampai memiliki garis pada layarnya. Kemudian petugasnya memeriksa data-data gadget tersebut seperti serial number dan juga nota pembelian saya dari toko pertama kali.
Namun si petugas malah berkata, "sorry sir, Your gadget's guarantee is not under us". Seketika itu juga galau saya meningkat ke level sembilan. Mungkin karena melihat kecewa di raut wajah saya, petugasnya membantu saya mencarikan dimana saya bisa menuntut garansi tersebut. Tidak membutuhkan waktu lama, saya di berikan secari kertas yang berisikan nama dan alamat toko di mana saya bisa 'menuntut' garansi tersebut. Saya lihat kertas tersebut dan di sebutkan alamatnya di Paragon Orchard road, dalam hati saya bergumam, untung tidak terlalu jauh.
Tanpa menunggu lama saya mengucapkan terima kasih ke petugas tersebut dan langsung melesat kembali ke stasium MRT Tai Seng untuk menuju Orchard Road. 15 Menit kemudian saya sudah menginjakkan kaki di pintu keluar ION mall menuju terowongan yang menghubungkan ke Tang Mall. keluar dari Tang mall, jalan kaki sedikit akhirnya sampai juga di Paragon, muter-muter sebentar akhirnya nemu juga di toko. Seperti biasa ambil nomor antrian, menunggu 5 menit kemudian tiba gilira saya. Tanpa banyak babibu saya kasihkan struk pembelian beserta gadget dengan kotak utuh. Petugasnya memeriksanya sebentar dan berkata, "okay sir, We will do 1 to 1 exchange". Akhirnya, selesai juga perjuangan mendapatkan keadilan di negeri singa ini. he..he...

Sebagai catatan, Untuk tahun 2013 ini, untuk pembelian produk apple di Singapura atau yang bergaransi Singapura, maka untuk proses claim dapat di lakukan di tempat-tempat berikut:
1. Produk Apple yang di beli melalui online store dapat melakukan proses garansi di QCD Tai Seng atau di Apple Premium Store.
2. Untuk produk Apple yang di beli bukan melalui online store dan juga bukan dari Premium store, silahkan tanyakan ke tempat anda membeli untuk mengetahui dimana tempat claim garansi. Biasanya untuk Produk apple yang seperti ini, garansiya adalah langsung dari provider-provider besar di Singapura, misalnya SingTel dan M1.
3. Untuk Produk Selain Apple juga bisa mengikuti langkah point 2 di atas.

Semoga bermanfaat dan Salam sukses.

Hari Minggu...

I Love Sunday
Hallo Indonesia...
Wah...sudah lama saya tidak posting di blog ini, karena beberapa bulan terakhir ini sibuk kursus dan kursus (kata orang selagi kita masih bisa belajar silahkan belajar...he..he..)
Tak terasa, minggu ini adalah minggu di penghujung akhir tahun 2012.
Bagaimana hari Minggu anda? Menyenangkan?...mudah-mudahan...sehingga dapat menjadi sesuatu buat anda dan keluarga...he...he...
Ya Romantic Sunday...Minggu romantis yang menarik hati saya untuk nulis di blog ini.
Hari Minggu, hari libur bagi kita semua (kecuali daerah arab...liburnya hari Jum'at).
Hari Minggu, hari untuk beristirahat dan melepaskan penat setelah seminggu beraktifitas.
Hari Minggu, hari yang harus di berikan untuk keluarga setelah hari lainnya di konsentrasikan untuk pekerjaan.
Hari Minggu memang memiliki beragam makna bagi setiap orang.
Bagi saya sendiri, hari Minggu adalah hari dimana bebas dari pekerjaan, hari untuk istirahat dan yang pasti hari Minggu adalah Hari Keluarga.Setelah sepekan kita bekerja dan berakifitas, tidak ada salahnya dan bahkan menurut Saya, hari Minggu adalah hari wajib libur.
Selain dapat di gunakan untuk beristirahat, hari Minggu juga kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang tidak bisa kita lakukan di hari biasa.
Bayangkan...kehidupan kita khususnya di perkotaan, dari Senin sampai Jumat, bahkan ada yang sampai hari Sabtu, kita sibuk dengan pekerjaan.
Untuk waktu pagi di hari biasa, berapa jam yang biasa kita habiskan? ya dimulai dari sekitar jam 5 sampai jam 7 pagi, artinya kita hanya punya waktu kurang lebih 2 jam.
Apa yang bisa kita lakukan dengan waktu 2 jam? Saya yakin, di samping ibadah sholat Subuh (bagi yang Muslim), kita hanya bisa menggunakan waktu 2 jam tersebut untuk mandi, sarapan pagi (bahkan ada yang tidak sempat sarapan) dan selanjutnya tergesa-gesa untuk berangkat kerja dan ironisnya kegiatan pagi seperti ini selalu kita lakukan setiap hari khususnya pada hari kerja.
Seharian di tempat kerja, sampai di rumah kembali jam 6 sore bahkan lebih larut. Saya yakin di waktu seperti ini enaknya istirahat alias tidur karena badan sudah lelah karena seharian beraktifitas.
Yang lebih "bekesan" lagi buat saya adalah pola hidup para karyawan di tempat saya bekerja, masuk pagi jam 6.30 dan pulang di jam 18.30. Itu artinya 12 jam di tempat kerja, ini di luar waktu perjalanan yang mereka tempuh dari rumah ke tempat kerja pulang pergi, dengan demikian pastinya lebih dari 12 jam di habiskan untuk bekerja, dan yang lebih konyol lagi, pola hidup seperti ini di lakukan dari Senin sampai Minggu alias seminggu nonstop.
Di sini pasti menimbulkan pertanyaan bagi kita semua,
Kapan jalan-jalannya? Kapan bersosialisasinya? Kapan istirahatnya? Kapan waktu untuk keluarganya?
Memang sih...pendapatan yang mereka peroleh pastinya lumayan, tetapi apa bisa mereka menikmatinya?
Tapi memiliki sesuatu tanpa bisa menikmatinya adalah suatu hal yang konyol (ini pendapat saya dan semoga anda setuju).

Salam sukses